Bagi seorang wanita, kecantikan merupakan milik yang berharga. Bagi sebagian orang yang namanya cantik itu berarti berkulit putih, berhidung mancung dengan senyum indah menawan. namun bagi yang tidak memiliki kulit putih dan hidung mancung (seperti saya) tak perlu khawatir. Bagaimanapun rupa anda, yang penting adalah bagaimana kita mensyukuri dan merawatnya, sehingga aura inner beauty kita akan nampak lebih kemilau…………….cieeeeee. Bagi anda yang ingin memelihara kecantikan anda, saya menemukan sesuatu yang mungkin menarik bagi anda mengenai: natural anti aging skin. Silahkan di klik dan praktekan Selamat memelihara kecantikan anda ^__^.
| Category: | Books |
| Genre: | Professional & Technical |
| Author: | Barry Farber |
Tahukah anda bahwa bahasa indonesia adalah bahasa yang paling mudah di dunia? Dan tahukah anda bahwa mantan Presiden Soekarno pernah mencoba membuatnya menjadi lebih rumit dan teratur, tetapi ia gagal. Setidaknya itu yang dikatakan pengarang dalam bukunya tersebut.
Barry Farber adalah seorang yang mempelajari berbagai bahasa. Sampai sekarang menguasai sedikitnya 25 bahasa. Dia pernah gagal dalam pelajaran bahasa Latin karena tidak hadir pada hari ke empat. Hal tersebut tidak menghalanginya untuk mempelajari berbagai bahasa lainnya, dan malah mengilhaminya untuk melakukan pendekatan “dari belakang” dalam mempelajari tata bahasa. Menurut Farber, pakai dulu bahasa yang kita pelajari, baru perlahan-lahan kita perbaiki tata bahasa kita.
Buku ini sendiri berisi berbagai teknik mempelajari bahasa asing. Barry juga menyebutkan berbagai keuntungan yang bisa didapatkan jika kita menguasai suatu bahasa asing. Barry juga memberikan penjelasan singkat masalah kebahasaan seperti berbagai jenis kata, bilangan, kala idiom dan lain-lain.
Sekedar sebagai bacaan ringan, buku ini cukup menarik untuk dibaca. Setidaknya selesai membaca buku ini anda akan tahu bahwa jika orang Jerman mengatakan pada anda untuk mematahkan tangan dan kaki anda, itu artinya dia mendoakan anda untuk sukses, begitu juga orang Itali yang nampaknya akan mengirim anda ke mulut srigala.
Pada bagian akhir buku ini Farber menguraikan berbagai bahasa berikut tingkat kesulitannya. Konon bahasa Ibrani adalah bahasa yang tersulit, anda harus tahu jenis kelamin seekor anjing sebelum anda dapat menyuruhnya berhenti menggigit anda.
Sebagai catatan akhir, buku ini hanya akan menambah perbendaharaan bahasa asing anda jika anda benar-benar mempraktekan kiat-kiat yang disebutkan di dalamnya. Dua tahun memajang buku ini di rak, tak satupun kemampuan bahasa asing saya bertambah ^__^
Bila anda menjadi orang tua dari anak yang duduk di kelas 6 SD, atau di kelas 3 SMP (kelas 9) atau dikelas 3 SMA (kelas 12), apa yang sedang anda cemaskan?
Sementara sistem pendidikan diluar sana mempersiapkan siswa-siswanya menjadi seorang problem solver, maka kita hanya mempersiapkan siswa kita menjadi seorang test answerer (mudah-mudahan istilahnya benar). Cara berfikirnya adalah kalau kita ingin anak kita berhasil, maka dia harus kuliah di universitas yang bagus (ternama), dan untuk masuk universitas ternama tersebut kansnya lebih besar bagi yang berasal dari SMA favorit. Untuk masuk SMA favorit, kesempatannya lebih besar kalau berasal dari SMP favorit pula. Karena untuk dapat masuk ke SMP atau SMA favorit harus memiliki skor nilai yang tinggi, dan nilai tersebut didapat berdasarkan banyaknya soal test (entah EBTANAS, UAN ataupun TAU) yang dapat dijawab dengan benar, MAKA dipersiapkanlah anak-anak kita untuk dapat mengerjakan soal test tersebut sebaik-baiknya. Maka berjamuranlah lembaga-lembaga bimbingan belajar. Lho kok bimbel? Karena bimbel-bimbel tersebutlah yang mempersiapkan anak-anak kita mengerjakan soal-soal test apapun. Mereka punya bank soal yang lengkap, variasi soal yang banyak, dapat memprediksi soal seperti apa yang akan keluar pada test nanti. Anehnya pula, mereka-mereka yang sudah bersekolah di SMP ataupun SMA favorit, banyak pula (kalau tidak mau dibilang yang paling banyak) yang ikut masuk di lembaga bimbingan belajar.
Jika orang tua mengandalkan bimbel untuk keberhasilan anaknya memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, LALU, apa gunanya sekolah? Hanya sekedar pemenuhan persyaratan ijazah untuk masuk ke jenjang berikutnya? Sebetulnya, maraknya bimbingan belajar di Negara kita (konon, bimbel itu cuma ada di Indonesia), sedikit banyak adalah representasi dari ketidakpercayaan orang tua terhadap sekolah formal. Pertanyaan besar berikutnya adalah, sebagai guru, apakah kita (TIDAK) LAYAK DIPERCAYA? Atau SISTEM PENDIDIKAN-nya kah yang tidak layak dipercaya? Atau kita sudah merasa nyaman dengan kondisi yang ada? Tidakkah dualisme ini merupakan pemborosan waktu dan biaya? Tidakkah kita juga terlalu membebani anak-anak kita?
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!